Sabtu, 17 Oktober 2009

Indonesia Library & Publisher Expo 2009

Gienz Media®

Berita gembira buat para kutu penggemar buku,soalny Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) mengadakan Indonesia Liblary & Publisher Expo 2009 di Istora Senayan selama seminggu yg dimulai dari tanggal 17-25 oktober 2009. Dalam acara ini beberapa penerbit menawarkan diskon up to sampai 70%,serta menggelar diskusi buku.

Acara ini akan melibatkan 64 penerbit yg berasal dari jakarta dan luar jakarta,selain itu 27 perpustakaan juga akan ikut serta.

Lalu buku apa aza saja yang ada di pameran ini? Soal jenis buku temen-temen gak usah khawatir,dijamin lengkap. Mulai dari buku populer, buku ilmiah, buku import, buku pelajaran sampai komik ada disini. Hampir semua buku didiskon antara 10-20%,namun panitiany menjamin akan ada buku yg didiskon 70% (amin)

Selain pameran buku panitia juga akan menggelar bincang interaktif, diskusi buku, launching buku dan seminar.

Untuk temen-temen,kayaknya bakal nyesel kalo gak ke acara ini, dan berdoalah semoga buku yg anda incar didiskon 70%.

Test CPNS BANK INDONESIA

Gienz Media®

Bank Indonesia (BI) membuka penerimaan calon pegawai melalui aplikasi online sejak 17hingga 21 Oktober 2009.
Keterangan dari Direktorat Sumber Daya Manusia BI melalui situs BI di Jakarta, Sabtu (17/10), menyebutkan bahwa BI membuka kesempatan kepada putra/putri Indonesia mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai melalui PCPM XXIX dengan proses e-recrutment.
Persyaratannya, WNI, pendidikan minimal strata 1 (S-1) bidang keilmuan utama ekonomi, manajemen, hukum, teknik (industri, informatika/komputer), sosial ekonomi pertanian, dan MIPA (matematika/statistika).
Usia maksimum per 1Oktober 2009 adalah 28tahun untuk S-1, dan 31tahun untuk S-2. Pelamar memiliki kemampuan berbahasa Inggris, ditunjukkan dengan sertifikat ITP TOEFL score minimal 500, atau IELTS minimal 5,5yang masih berlaku sampai dengan 1Oktober 2009.
Bagi yang tidak memiliki sertifikat, mereka harus mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan BI. Persyaratan lainnya, tidak mempunyai saudara kandung atau suami atau istri yang bekerja sebagai pegawai atau calon pegawai di BI.
BI juga mensyaratkan pelamar bersedia menjalani ikatan dinas dan atau bersedia melepaskan ikatan dinas dari institusi lain, bersedia tidak hamil selama menjalani program pendidikan, dan bersedia ditempatkan di semua kantor BI. Peminat dapat mendaftarkan diri secara online melalui http://www.rekrutmenbi.com.

Sumber:kompas.com

Jumat, 16 Oktober 2009

Semangka unix

Gienz Media®
Hmmm,jatiwangi emang panas bangetz,kata bapak bokap gw c suhunya bisa nyampe 40°C (wuihh....). Tp panas-panas gini enakny ngapain y? Hmmm... Ngapain y?
Kayaknya kalo maem semangka enak juga. Talking-talking about smangka skrang ni macem smangka lmayan banyak ada semangka bulet merah berbiji (smangka biasa lah),ada yg gak ada bijinya,ada yg warna kuning,ada yg lonjong,ada yg kotak (mungkin dicetak pake kardus),yg terakhir da yang berbentuk kerucut kayak piramid. Untuk jenis yg terakhir ni menurut gw mendingan jangan dulu berharap bisa makan ni smangka,selaen beliny jauh di jepang sono hargany juga pake yen,ya cuma 52.500 yen c n d jualny juga per biji.
Masih berminat?

Kamis, 15 Oktober 2009

Lomba design tugu gempa sumbar

Gienz Media®

Walikota Padang, Sumbar, Fauzi Bahar mengatakan, pemerintah daerah setempat akan melombakan pembuatan desain satu unit tugu gempa sekaligus nama tugu tersebut. Pemenangnya akan diberi Rp25 juta sebagai hadiah.

"Tugu tersebut dibangun sebagai sebuah monumen bersejarah bagi masyarakat Kota Padang. Sebanyak 319 korban gempa yang mati syahid akan ditulis dengan tinta emas di dinding tugu itu," kata Fauzi Bahar di Padang, Kamis.

Fauzi menjelaskan, nama-nama para korban gempa ditulis di tugu itu guna mengobati kesedihan para keluarga yang ditinggalkan oleh anak, isteri, suami, atau cucu mereka.

Keberadaan tugu itu sekaligus sebagai kenangan bagi generasi mendatang, bahwa di kota itu pernah terjadi gempa dengan guncangan kuat yang mengakibatkan ratusan korban jiwa dan ribuan bangunan rusak berat, sedang, dan ringan.

"Gempa yang sama pada 200 tahun lalu pernah terjadi dan generasi sekarang tidak bisa mengetahuinya karena catatan sejarahnya tidak ada, kecuali catatan dari pemerintah Kolonial Belanda," katanya.

Untuk lokasi pembangunan tugu itu, kata Fauzi, akan dicadangkan tiga lokasi, yakni di depan Hotel Ambacang, tempat terdapat banyak korban gempa, atau di pojok Taman Melati atau di depan masjid Nurul Iman.

Jumat, 18 September 2009

History of west java

Gienz Media®

History
The earliest written records of Javanese history make mention of the land of Sunda, that is, West Java. Somewhere on the banks of a river east of Jakarta was the capital of the kingdom called Tarumanagara, and in the 5th century A.D. King Purnawarman was its ruler. He apparently initiated the construction of an irrigation canal for rice fields and left stone inscriptions for later generations. One of these inscriptions was discovered on a boulder in a riverbed near Bogor; a replica of it is on display in the West Java Provincial Museum in Bandung. Chinese and Indian sources indicate that there were commercial relations between Tarumanagara and China at that time.
Evidence of this is in records about Java and its kingdoms compiled by the Buddhist monk Fa Xian, who traveled from Sri Lanka to China in 413 A.D. Also, a number of envoys traveled between China and a Javanese kingdom called He Luo Dan, which may have been identical with Tarumanagara. Like many other Southeast Asian kingdoms of that era, Tarumanagara drew heavily upon Indian elements of culture, literature, and philosophy, blending them with local elements into a unique synthesis. We do not know what finally happened to Tarumanagara kingdom, only that within the next three centuries it disappeared, perhaps because of the rise of Sriwijaya Empire in south Sumatra. Among the smaller kingdoms that succeeded it were those of Kuningan, northeast of Bandung; Galuh, whose capital was southeast of Bandung near Ciamis; and Pajajaran, whose capital was near Bogor. These kingdoms eventually united under the banner of Pajajaran.
Two stone inscriptions found near Cibadak, near Sukabumi (west of Bandung), mention the name of King Jaya Bhupati as the king of Sunda. He reigned from 1030 A.D. to 1108 A.D. and resided in Pakuan Pajajaran, near Bogor. The only building left from that apparently glorious era is the small stone of Cangkuang temple in north of Garut.
The 16th century brought two great turning points in the history of Java, including the land of Sunda: the rapid spread of Islam starting from the port cities on the north coast, and the arrival of the Dutch just before 1600, following the earlier voyages of the Portuguese and Spanish. The arrival of the Dutch was likewise to change irrevocably Java face, though in quite a different way. Following Vasco da Gama's discovery of a sea route from Europe around Africa to India and Magellan's voyage across the Pacific Ocean to the Spice Islands from the east, in 1596 four Dutch vessels arrived in Banten after a stormy voyage around Cape of Good Hope, thus ushering in 350 years of Dutch hegemony. Six years after their arrival, the East India Company (Vereenigde Oostindische Compagnie, or VOC) was founded in order to create a spice monopoly, which benefited Dutch traders to the detriment of local producers. The VOC established itself at Banten and developed the Sunda Kelapa port, which became Batavia..
In the First Javanese War of Succession in the early 18th century, the VOC helped Pakubuwana to ascend to the throne, and he in turn ceded the whole Parahyangan region to the VOC. This was the first major territorial acquisition of the Dutch in Indonesia. In 1799, the VOC shamefully collapsed due to mismanagement and corruption, was declared bankrupt and dissolved. The Dutch government took over the administration of the East Indies, whereupon one of its first major undertakings was the construction of a trunk road through the whole length of Java from 1808 to 1810. Its incredible 1,000-km route took it from Anyer at its westernmost point to Pamanukan in the east. Tragically, an estimated 30.000Javanese coolies died in forced labor during its construction. Though it was called the Groote Postweg (Great Post Road), its primary significance was military. The Dutchman who managed the project was Governor General Marshal Daendels, who overcame considerable physical and political obstacles to complete the project. A particularly memorable stretch of road is just northeast of Bandung where a dramatic historical confrontation took place between Daendels and the local ruler, Prince Kornel.
Prior to 1810 the local Sundanese ruler of Tatar Ukur (the Bandung area) resided just south of the city in Karapyak, now Dayeuh Kolot, a small settlement on the banks of the Citarum River, (All traces of the former residence there have vanished). General Daendels, however, persuaded the ruler to relocate to the Groote Postweg between Cikapundung and Cibadak Rivers, a spot that today is Bandung 's city square, or Alun-alun. Thus, Bandung owes its birth on 25 May 1810 to the Groote Postweg. The main streets of present-day Bandung Sudirman Street, Asia Afrika Street, and A. Yani Street were aligned with the Groote Postweg. In a short intermezzo from 1811 to 1815, while the French under Napoleon dominated the Netherlands, the British ruled Java under Governor Sir Thomas Stamford Raffles. This is the man also known for having brought Borobudur to the attention of the Western world and for founding the city of Singapore. The Dutch, however, came back after Napoleon's defeat, and in this second colonial period the city of Bandung was to rise and flourish to an unprecedented degree.

Jumat, 07 Agustus 2009

Open Office (mw gratis apa bajakan?)

Gienz Media®

Wah udah lama gak ngeblog lagi. Soalnya gak tau juga mau nulis apaan.

Mau ngasih sedikit info aza nich buat user ms.office 2003 yang enggan beralih ke ms.office 2007 (abizya rada ribet makenya) trus tiba-tiba dapet file docx atw pptx (padahal tu file dikasih dari dosen buat ujian besok atau data penting yg lo curi dari lapie dosen). Mungkin da yang mikir cari za temen yang punya program 2007 trus diconvert dh ke 2003 (Bisa-bisa) atau nginstal dua office aza 2003 ma 2007 (wah kalo dua mahal tuch).Ada solusi yang laen yaitu gunain open office org 3.0. Software ni gratis koq,slain itu bisa bka file ms.office 2003 n 2007 dan trakhr ada yang portablenya (bisa disempilin di flashdisc dh).Jadi kalo temen-temen mau ngeprint di rentalan tp gak tersedia office 2007 maka software ini cukup berguna.
Program yang ada di ms.office ada juga di openoffice.
Tujuan akhirnya adalah,kalo smakin banyak yang pake open office maka kita ikut serta memberantas pembajakan (milih yg gratis apa yg bajakan?).
Semuanya tergantung masing-masing pribadi...

Selasa, 03 Februari 2009

Bikinin gw garasi dunk....

Skarang demam facebook sedang melanda kampus gw,ya walaupun terbilang telat (karena orang-orang bule disono dah demam dari beberapa bulan yang lalu) tapi yang pasti lambaian tangan mulai banyak dikasih buat friendster,"dan friendsterpun menangis termehek-mehek"
Ternyata situs jejaring sosial ini memang sangat populer sampai-sampai orang no.1 di Amrik memakai situs ini baik itu pada saat kampanye ataupun skarang setelah menjabat."tapi di Indo blum ada yg promosi di facebook,lebih banyak iklan di Tv padahal kalo di fc lbih murah...
Kembali ke si facebook,gw jadi penasaran orang kaya' apa sich yang buat ni situs?

Kebetulan tadi sore gw maen ke toko buku sekalian menyambung hidup ke ATM,"maklum nak kost".
Di toko buku tersebut gw tersesat disebuah lorong yang beisi banyak buku dikiri-kanannya,lalu gw melihat seonggok buku yang judulnya...
Judulnya...
Anjrit...gw lupa judulnya,tapi yang pasti ada tulisan facebooknya.
Trus gw baca bagian belakang buku tersebut,karena bukunya masih disegel jadi gw gak bisa liat dalemnya.Mau gw robek eh ada mba spg yg liatin gw,"mungkin lagi mengagumi kegantengan gw..."
Disana tertulis ternyata yang membuat facebook adalah 2orang mahasiswa di Havard,dan yang membuat gw interest adalah disana tertulis "seperti penemuan hebat lainnya,facebook berawal dari garasi"
Garasi?
Kayak grup band aza...,tapi itu cuma di film.
Yang bikin gw lebih interest adalah disebelahnya ada juga buku youtube dan lagi-lagi berawal dari garasi.
Kalo bener penemuan hebat dimulai dari garasi maka gw bakalan minta dibikinin garasi. Sapa tau ntar gw jadi penemu apa gitu... Kayak penemu teori meramalkan cuaca dengan suasana hati misalnya.
Wah jadi smangat bikin garasi dech

Introduction

Argh...Di kampus lagi ada lomba bikin blog trus knapa gw yang disuruh buat tuch blog? Padahal banyak orang-orang yang sbenernya lebih jago.

Tapi talking-talking about blog, gw jadi keingetan ma blog-blog gw yang entah gimana nasibnya. Mungkin gak ada orang yg liat si blog, ya iya lah gak bakalan ada yang liat wong gw baru postingin dikit. Slaen itu tampilannya juga masih acak-acakan kayak orang baru putus cinta (yach jadi ketawan gw bikinnya waktu putus ma ce gw).


Kembali ke blog gw,sebenerny sich gw cuma coba-coba bikin blog soalny gw slalu pnasaran ma yang ada di dunia maya. Sebenernya sich bukan cuma blog aza yang gw buat ada acoun perpesanan alias Email,sosialisasi kayak FS&FC,downloadan gratis,affiliasi,ampe acoun esek-esek ^.~

Tapi kebanyakan nasib mereka berakhir kayak blog-blog gw,ampe gw sendiri lupa ma paswordnya.

Trus knapa gw bikin lagi blog?

Ada beberapa alasan diantaranya gw lagi belajar nulis,eits lo jangan berpikiran kalo gw gk bisa nulis ya. Slaen itu sapa tau gw bisa jadi terkenal. And sapa tau juga bisa jadi orang kaya...

Moga aza postingan-postingan gw bisa bermanfaat buat gw. Kalo menurut lo ini bermanfaat buat lo juga,ya tengkyu. Tapi kalo menyesatkan tolong jangan diikuti, soalnya ntar gue dituduh nyebarin ajaran sesat lagi, kan lagi ngetrend tuch bikin aliran-aliran.

So at da last,gw gak nerima kritik dan saran yang gw terima cuma kripik ma sarapan gratis.
"Enjoy yourself at E-world coz u musnt be yourself in here"

Klik Iklan dapat uang (Terbukti)