Selasa, 10 April 2012

Siklus Air

Gienz Media®
Pernah gak kamu berfikir jika air yang kamu minum tadi pagi merupakan air jang juga pernah di minum oleh Gajah Mada atau orang-orang yang hidup pada jaman dahulu kala? Atau mungkin tuh air bekas pipis minuman tetanggamu tempo hari? Kalau secara langsung sih  emang gak mungkin, tapi kalau kita lihat dari sudut pandang siklus air atau istilah kerennya siklus hidrologi maka kenapa kacang "why not?"


Siklus hidrologi atau sering disebut juga dengan istilah siklus air atau siklus H2O merupakan suatu sirkulasi air yang meliputi pergerakan air mulai dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah dan kembali kelaut lagi, atau dengan kata lain bahwa sirkulasi air di Bumi tidak pernah berhenti dimana air dapat berpindah dari darat ke udara kemudian kedarat lagi bahkan tersimpan di bawah permukaan dalam tiga fasenya yaitu cair, padat dan gas.
siklus air


Di dalam siklus hidrologi matahari memegang peranan yang penting, dimana matahari merupakan sumber energi yang mendorong terjadinya siklus hidrologi. Radiasi matahari yang sampai ke Bumi dapat memanaskan air di laut dan samudera, akibat pemanasan ini maka air akan menguap dan berubah menjadi uap air dan naik ke udara. Seperti yang kita ketahui 90% uap air yang berada di udara berasal dari penguapan lautan. Es dan salju juga dapat menyumblim dan langsung menjadi uap air. Sselain itu, juga terjadi evapotranspirasi air dari tanaman yang menambah jumlah uap air yang memasuki atmosfer.

Setelah air berwujud uap air, arus udara naik akan mendorong uap air naik sampai ke atmosfer. Uap air yang naik tersebut apabila telah sampai pada lapisan kondensasinya maka akan terbentuk awan, jika proses kondensasi terjadi di dekat permukaan  bumi maka akan terbentuk kabut.

Arus udara (angin) akan membawa uap air atau awan ke tempat yang lain. Setelah mencapai titik jenuh maka awan-awan tersebut akan menghasilkan presipitasi baik itu berupa hujan, salju, hail, sleet, atau snowpack. Sebagian besar air jatuh kepermukaan dan kembali ke laut atau ke tanah sebagai hujan, dimana air mengalir diatas tanah sebagai limpasan permukaan.

Sebagian dari limpasan masuk sungai, got, kali dan lain-lain. Semua aliran itu bergerak menuju lautan. Sebagian limpasan menjadi air tanah disimpan sebagai air tawar di danau. Tidak semua limpasan mengalir ke lautan, banyak yang menyerap ke tanah sebagai infiltrasi. Infiltrat air jatuh ke dalam tanah dan mengisi ulang akuifer, yang merupakan cadangan air tawar untuk jangka waktu yang lama. Sebagian infiltrasi tetap dekat dengan permukaan tanah dan bisa merembes kembali ke permukaan sebagai debit air tanah. Air tanah yang dekat dengan permukaan akan keluar sebagai mata air air tawar. Seiring waktu, air kembali kelaut dimana siklus hidrologi kita mulai.

 Siklus hidrologi dibedakan kedalam tiga jenis :
1.      siklus pendek : Air laut menguap, kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang.

2.      Siklus sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan didaratan dan selanjutnya meresap kedalam tanah dan kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air.

3.      Siklus panjang : Air laut menguap, setelah menjadi awan melalui proses kondensasi, lalu terbawa oleh angin ketempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegunungan-pegunungan yang tinggi. Bongkah-bomhkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah, mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali kelaut.

Sumber : darisini Dan Darisini 




0 komentar :

Posting Komentar

Sampaikan masukan, pujian, dan rasa terimakasih disini....

Klik Iklan dapat uang (Terbukti)