Jumat, 15 Oktober 2010

Presipitasi, Hujan dan Hydrometeor

Gienz Media®
Presipitasi adalah bentuk cair dan atau padat (es) yang di jatuhkan ke permukaan bumi tetapi bukan kabut, embun, frost (embun beku).

Presipitasi berguna untuk mengisi kembali badan-badan air permukaan, memperbaru kelembaban tanah untuk tanaman dan mengisi akuifer. Bentuk utama presipitasi adalah hujan dan salju.

Ditinjau dari proses terjadinya presipitasi (hujan) dibagi menjadi :
1. Presipitasi Siklonik
Ketika massa udara bertambah uap airnya dan berpindah menuju daerah tekanan yang lebih rendah maka akan menghasilkan presipitasi siklonik.
a. presipitasi frontal, terjadi karena aliran massa udara hangat menuju daerah yang dingin.
b. Presipitasi non-frontal, terjadi ketika udara dingin bertemu dengan udara hangat yang stasioner maka terjadi presipitasi non-frontal.


2. Presipitasi Konvektif
terjadi kerena kenaikan secara alamiah dari udara yang ringan yang mengandung banyak uap air menuju daerah yang lebih dingin dan lebih rapat.

3. Presipitasi Orografik
Terjadi ketika udara dengan kelembaban yang besar menjumpai kondisi topografi (gunung) dan presipitasi terjadi maka peristiwa tersebut dinamakan presipitasi orografik.

4. Presipitasi karena kenaikan turbulens
Ketika awan yang bergerak dari permukaan laut menuju daratan maka akan ada awan yang naik ke daerah yang lebih dingin dan presipitasi terjadi.

Karakteristik Curah hujan.

Hujan terjadi apabila kelembaban di udara sudah cukup jenuh sehingga memungkinkan terjadinya hujan. Tetes hujan terjadi dalam bentuk apa saja hingga mencapai diameter 6 mm, setelah itu cenderung terpecah.

Intensitas curah hujan adalah jumlah air yang mencapai permukaan tanah per satuan waktu. Intensitas dan lamanya curah hujan biasanya mempunyai hubungan terbalik, contohnya badai dengan intensitas tinggi seringkali berlangsung singkat dan badai dengan intensitas rendah dapat berlangsung lama. Berdasarkan intensitasnya curah hujan dapat diklasifikasikan sebagai, hujan ringan (TTU-2.5 mm/jam), hujan sedang (2.5 – 7.5 mm/jam), hujan lebat (lebih dari 7.5mm/jam).

Untuk mengukur curah hujan digunakan penakar hujan dan satuannya dalam mm.

Hujan merupakan salah satu unsur hydrometeor, unsur-unsur yang lain diantaranya
1. Gerimis
Merupakan tetes dengan diameter kurang dari 0.5 mm. intensitasnya kurang dari 1 mm/jam. Gerimis merupakan tetesan yang sangat kecil dalam jumlah besar yang tampaknya mengapung mengikuti arus udara.

2. Hujan
Merupakan tetes daengan diameter lebih dari 0.5 mm dengan intensitas lebih dari 1.25 mm/jam. Tetes hujan lebih besar tetapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan gerimis.

3. Salju
Merupakan Kristal es putih dan serigkali bergumpal kedalam bentuk serpihan. Ukuran serpihan bergantung pada kadar air dan kelembaban disekitar Kristal.

4. Batu es (Hail)
Merupakan bola es dengan diameter lebih dari 5 mm, jika diameternya kurang dari 5mm disebut butir es, yaitu bentuk awal dari batu es hujan.

5. Virga
Merupakan partikel air/es yang jatuh dari awan tetapi menguap sebelum mencapai permukaan bumi.

6. Kabut
Kabut memiliki bentuk seperti awan, terdiri dari tetesan air kecil yang mengapung di udara. Secara fisik ada sedikit perbedaan antara kabut dan awan. Kabut terbentuk didalam udara dekat permukaan bumi. Kabut menyatakan suatu kondisi saat jarak pandang berkurang akibat tetesan air mikroskopis didalam udara.

7. Embun
Air mengembun pada objek (benda) di dekat tanah yang suhunya diatas titik beku tetapi dibawah suhu titik embunnya. Jika air mengembun pada suhu dibawah titik beku disebut embun beku.
Clic here

0 komentar :

Posting Komentar

Sampaikan masukan, pujian, dan rasa terimakasih disini....

Klik Iklan dapat uang (Terbukti)