Tampilkan postingan dengan label cuaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuaca. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2012

Siklus Air

Gienz Media®
Pernah gak kamu berfikir jika air yang kamu minum tadi pagi merupakan air jang juga pernah di minum oleh Gajah Mada atau orang-orang yang hidup pada jaman dahulu kala? Atau mungkin tuh air bekas pipis minuman tetanggamu tempo hari? Kalau secara langsung sih  emang gak mungkin, tapi kalau kita lihat dari sudut pandang siklus air atau istilah kerennya siklus hidrologi maka kenapa kacang "why not?"


Siklus hidrologi atau sering disebut juga dengan istilah siklus air atau siklus H2O merupakan suatu sirkulasi air yang meliputi pergerakan air mulai dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah dan kembali kelaut lagi, atau dengan kata lain bahwa sirkulasi air di Bumi tidak pernah berhenti dimana air dapat berpindah dari darat ke udara kemudian kedarat lagi bahkan tersimpan di bawah permukaan dalam tiga fasenya yaitu cair, padat dan gas.
siklus air


Di dalam siklus hidrologi matahari memegang peranan yang penting, dimana matahari merupakan sumber energi yang mendorong terjadinya siklus hidrologi. Radiasi matahari yang sampai ke Bumi dapat memanaskan air di laut dan samudera, akibat pemanasan ini maka air akan menguap dan berubah menjadi uap air dan naik ke udara. Seperti yang kita ketahui 90% uap air yang berada di udara berasal dari penguapan lautan. Es dan salju juga dapat menyumblim dan langsung menjadi uap air. Sselain itu, juga terjadi evapotranspirasi air dari tanaman yang menambah jumlah uap air yang memasuki atmosfer.

Setelah air berwujud uap air, arus udara naik akan mendorong uap air naik sampai ke atmosfer. Uap air yang naik tersebut apabila telah sampai pada lapisan kondensasinya maka akan terbentuk awan, jika proses kondensasi terjadi di dekat permukaan  bumi maka akan terbentuk kabut.

Arus udara (angin) akan membawa uap air atau awan ke tempat yang lain. Setelah mencapai titik jenuh maka awan-awan tersebut akan menghasilkan presipitasi baik itu berupa hujan, salju, hail, sleet, atau snowpack. Sebagian besar air jatuh kepermukaan dan kembali ke laut atau ke tanah sebagai hujan, dimana air mengalir diatas tanah sebagai limpasan permukaan.

Sebagian dari limpasan masuk sungai, got, kali dan lain-lain. Semua aliran itu bergerak menuju lautan. Sebagian limpasan menjadi air tanah disimpan sebagai air tawar di danau. Tidak semua limpasan mengalir ke lautan, banyak yang menyerap ke tanah sebagai infiltrasi. Infiltrat air jatuh ke dalam tanah dan mengisi ulang akuifer, yang merupakan cadangan air tawar untuk jangka waktu yang lama. Sebagian infiltrasi tetap dekat dengan permukaan tanah dan bisa merembes kembali ke permukaan sebagai debit air tanah. Air tanah yang dekat dengan permukaan akan keluar sebagai mata air air tawar. Seiring waktu, air kembali kelaut dimana siklus hidrologi kita mulai.

 Siklus hidrologi dibedakan kedalam tiga jenis :
1.      siklus pendek : Air laut menguap, kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang.

2.      Siklus sedang : Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan didaratan dan selanjutnya meresap kedalam tanah dan kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air.

3.      Siklus panjang : Air laut menguap, setelah menjadi awan melalui proses kondensasi, lalu terbawa oleh angin ketempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegunungan-pegunungan yang tinggi. Bongkah-bomhkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah, mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali kelaut.

Sumber : darisini Dan Darisini 




Jumat, 15 Oktober 2010

Presipitasi, Hujan dan Hydrometeor

Gienz Media®
Presipitasi adalah bentuk cair dan atau padat (es) yang di jatuhkan ke permukaan bumi tetapi bukan kabut, embun, frost (embun beku).

Presipitasi berguna untuk mengisi kembali badan-badan air permukaan, memperbaru kelembaban tanah untuk tanaman dan mengisi akuifer. Bentuk utama presipitasi adalah hujan dan salju.

Ditinjau dari proses terjadinya presipitasi (hujan) dibagi menjadi :
1. Presipitasi Siklonik
Ketika massa udara bertambah uap airnya dan berpindah menuju daerah tekanan yang lebih rendah maka akan menghasilkan presipitasi siklonik.
a. presipitasi frontal, terjadi karena aliran massa udara hangat menuju daerah yang dingin.
b. Presipitasi non-frontal, terjadi ketika udara dingin bertemu dengan udara hangat yang stasioner maka terjadi presipitasi non-frontal.


2. Presipitasi Konvektif
terjadi kerena kenaikan secara alamiah dari udara yang ringan yang mengandung banyak uap air menuju daerah yang lebih dingin dan lebih rapat.

3. Presipitasi Orografik
Terjadi ketika udara dengan kelembaban yang besar menjumpai kondisi topografi (gunung) dan presipitasi terjadi maka peristiwa tersebut dinamakan presipitasi orografik.

4. Presipitasi karena kenaikan turbulens
Ketika awan yang bergerak dari permukaan laut menuju daratan maka akan ada awan yang naik ke daerah yang lebih dingin dan presipitasi terjadi.

Karakteristik Curah hujan.

Hujan terjadi apabila kelembaban di udara sudah cukup jenuh sehingga memungkinkan terjadinya hujan. Tetes hujan terjadi dalam bentuk apa saja hingga mencapai diameter 6 mm, setelah itu cenderung terpecah.

Intensitas curah hujan adalah jumlah air yang mencapai permukaan tanah per satuan waktu. Intensitas dan lamanya curah hujan biasanya mempunyai hubungan terbalik, contohnya badai dengan intensitas tinggi seringkali berlangsung singkat dan badai dengan intensitas rendah dapat berlangsung lama. Berdasarkan intensitasnya curah hujan dapat diklasifikasikan sebagai, hujan ringan (TTU-2.5 mm/jam), hujan sedang (2.5 – 7.5 mm/jam), hujan lebat (lebih dari 7.5mm/jam).

Untuk mengukur curah hujan digunakan penakar hujan dan satuannya dalam mm.

Hujan merupakan salah satu unsur hydrometeor, unsur-unsur yang lain diantaranya
1. Gerimis
Merupakan tetes dengan diameter kurang dari 0.5 mm. intensitasnya kurang dari 1 mm/jam. Gerimis merupakan tetesan yang sangat kecil dalam jumlah besar yang tampaknya mengapung mengikuti arus udara.

2. Hujan
Merupakan tetes daengan diameter lebih dari 0.5 mm dengan intensitas lebih dari 1.25 mm/jam. Tetes hujan lebih besar tetapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan gerimis.

3. Salju
Merupakan Kristal es putih dan serigkali bergumpal kedalam bentuk serpihan. Ukuran serpihan bergantung pada kadar air dan kelembaban disekitar Kristal.

4. Batu es (Hail)
Merupakan bola es dengan diameter lebih dari 5 mm, jika diameternya kurang dari 5mm disebut butir es, yaitu bentuk awal dari batu es hujan.

5. Virga
Merupakan partikel air/es yang jatuh dari awan tetapi menguap sebelum mencapai permukaan bumi.

6. Kabut
Kabut memiliki bentuk seperti awan, terdiri dari tetesan air kecil yang mengapung di udara. Secara fisik ada sedikit perbedaan antara kabut dan awan. Kabut terbentuk didalam udara dekat permukaan bumi. Kabut menyatakan suatu kondisi saat jarak pandang berkurang akibat tetesan air mikroskopis didalam udara.

7. Embun
Air mengembun pada objek (benda) di dekat tanah yang suhunya diatas titik beku tetapi dibawah suhu titik embunnya. Jika air mengembun pada suhu dibawah titik beku disebut embun beku.
Clic here

Kamis, 14 Oktober 2010

Mengenai Atmosfer dan Iklim (Part 1)

Gienz Media®
Atmosfer merupakan hal yang penting untuk kehidupan di planet kita. Tanpa atmosfer mungkin tak akan ada kehidupan di Bumi. Namun selain atmosfer adapula samudera yang bersama-sama membentuk pola iklim dan cuaca dan membuat beberapa wilayah lebih layak huni disbanding tempat lain. Namun iklim Bumi tidaklah statis. Bagaimana perubahannya, dan seberapa cepat perubahannya? Faktor alam apa yang mengontrol iklim dan apakah faktor tersebut saling berhubungan satu sama lain?

Untuk dapat mengetahui bagaimana dan mengapa iklim berfluktuasi, kita harus mengetahui dasar kateristik atmosfer dan beberapa konsep fisika yang akan membantu kita memahami cuaca dan iklim. Kemudian kita akan dapatkan kesimpulan bagaimana bentuk proses fisis distribusi tekanan udara dan suhu di Bumi untuk membentuk zona iklim, pola cuaca dan badai, membuat kondisi yang cocok untuk kehidupan diseluruh planet.

Atmosfer merupakan sebuah system yang kompleks dimana reaksi kimia dan fisis terjadi secara konstan. Banyak proses di atmosfer terjadi pada keadaan keseimbangan dinamis contohnya, terdapat sebuah keseimbangan rata-rata antara panas yang masuk dan yang keluar dari atmosfer. Kondisi ini serupa dengan sebuah ember bocor yang ditempatkan dibawah keran. Ketika keran dibuka dan air mengalir ke ember, ketinggian air akan naik terhadap keadaan semula dimana arus masuk dari kran sama dengan arus keluar melalui lubang ember yang bocor. Sekali kondisi ini dicapai, ketinggian air pada ember akan tetap walaupun air secara terus menerus masuk dan keluar.

Dengan cara yang sama, system iklim bumi mempertahankan keseimbangan dinamis antara energi matahari yang masuk dan energi radiasi yang meninggalkan atmosfer. Kekuatan sirkulasi atmosfer juga dikontrol oleh keseimbangan dinamis. Beberapa bagian dari planet menerima energi lebih dari matahari dibandingkan yang lain, dan pemanasan yang tidak merata ini menimbulkan pergerakan udara yang pergerakannya memindahkan panas dari daerah yang hangat ke daerah dingin.

Sekarang aktivitas manusia mengubah keseimbangan dinamis di atmosfer. Khususnya, aktivitas manusia menyebabkan meningkatnya level gas rumah kaca di troposfer, yang menyebabkan naiknya suhu permukaan bumi dengan menaikan jumlah dari radiasi panas dari atmosfer kembali ke permukaan Bumi.

Atmosfer terdiri dari nitrogen, oksigen, argon, uap air dan gas-gas lain yang jumlahnya relative kecil. Komposisi ini relatif tetap sepanjang sejarah Bumi. Reaksi kimia saling mempertahankan perbandingan unsur utama dari atmosfer. Sebagai contoh, oksigen dilepaskan ke atmosfer melalui fotosintesis dan dikonsumsi melalui pernafasan (respirasi). Konsentrasi oksigen dipertahankan melalui kedua proses tersebut.

Gas-gas yang terdapat di atmosfer
No. Unsur kimia                  Lambang        Volume (%)
1 Netrogen / zat lemas         N2                  78.08
2 Oksigen / zat pembakar    O2                  20.95
3 Argon                              Ar                   0.93
4 Asam arang                     CO2                0.03
5 Neon                               Ne                  0.0018
6 Helium                             He                  0.00015
7 Kripton                            Kr                  0.00011
8 Xenon                             Xe                  0.00005
9 Nitrous oksida                 N2O              0.00005
10 Hidrogen                       H2                 0.00005

Atmosfer bumi memiliki ketinggian lebih dari 560km (348miles) dari permukaan bumi dan dibagi kedalam empat lapisan, masing-masingnya perbedaan mencolok baik itu suhu, unsur fisis dan kimianya.

Kebanyakan peristiwa cuaca terjadi di troposfer, lapisan terendah atmosfer, yang mana memiliki ketinggian 8 sampai 16 kilometer dari permukaan bumi (terendah berada di daerah kutub, dan tertingga di daerah tropis). Permukaan bumi menangkap radiasi matahari dan menghangatkan troposfer dari bawah, membuat terjadinya aliran udara yang menghasilkan pola pencampuran vertikal dan system cuaca. Suhu akan menurun kurang lebih 6.5°C terhadap ketinngian setiap kenaikan 1 kilometer. Pada puncak troposfer yang disebut dengan tropopause, lapisan ini memiliki suhu kurang lebih -60°C, yang mana bentuk dari puncak troposfer dan membentuk “cold trap” yang menyebabkan uap air di atmosfer berkondensasi.

Lapisan selanjutnya adalah stratosfer, berada diatas lapisan troposfer sampai ketinggian 50 kilometer. Pada stratosfer suhu naik terhadap ketinngian dikarenakan penyerapan sinar matahari oleh lapisan ozon (kira-kira 90% ozon di atmosfer berada di lapisan stratosfer). Stratosfer hanya memiliki sedikit uap air (hanya sekitar satu persen dari seluruh uap air yang ada di atmosfer) dikarenakan “cold trap” dan lapisan tropopause, dan pergerakan udara vertikal yang sangat lambat di lapisan ini. Dimana temperature mencapai -3°C merupakan tanda dari puncak stratosfer yang disebut stratopause.

Lapisan ketiga atmosfer disebut mesosfer, suhu kembali turun terhadap ketinggian, menurun sampai kurang lebih -93°C pada ketinggian 85 kilometer. Lapisan ini juga merupakan tempat terbakarnya meteor-meteor hingga terurai dan jatuh ke permukaan bumi. Terdapat lapisan antara yang disebut mesopause, dimana pada lapisan ini terjadi refleksi (pemantulan) gelombang radio dengan ketinggian 50-90 km diatas permukaan bumi yang disebut dengan lapisan D, dipancarkan dari bumi kemudian diterima oleh tempat-tempat lainnya.

Diatas lapisan ini, atau pada lapisan thermosfer, suhu kembali menghanggat terhadap ketinggian, meningkat hingga lebuh dari 1700°C, hal ini karena penyerapan raadiasi sinar X dan ultraviolet yang dipancarkan matahari. Pada ketinggian 90-120 km diatas permukaan bumi terjadi ionisasi yang disebabkan oleh sinar X dari matahari. Pada ketinggian antara 150-300 km terjadi ionisasi karena sinar ultraviolet dari cahaya matahari banyak mengandung ionitrigen.

Atmosfer mampu membuat tekanan terhadap permukaan. Sebuah fakta umum untuk setiap orang yang telah merasakan perubahan tekanan udara di telinga mereka ketika terbang menggunakan pesawat atau mendaki gunung dan sulit bernafas di daerah tinngi. Di permukaan laut, rata-rata tekanan udara adalah 1013 millibar, sama dengan massa 10.000kg (10 ton) permeter persegi atau sama dengan 100.000 Newton permeter persegi (14.7 psi) untuk sebuah kolom udara dari permukaan sampai puncak atmosfer.

Tekanan udara menurun terhadap ketinngian dikarenakan massa dari udara menurun. Tekanan menurun karena udara dapat dipadatkan, jadi kebanyakan massa dari atmosfer berkumpul (memadat) dilapisan yang paling rendah. Kira-kira setengah dari massa atmosfer berada di bawah 5.5km (puncak dari Mt. Everest pada 8850m terdiri dari kurang lebih 2/3 massa atmosfer), dan 99 persenya ada pada ketinggian 30 kilometer kebawah.

MobPartner Counter
Clic here

Rabu, 15 September 2010

Belajar Meteorologi For Childern (Wind)

Gienz Media®
Angin merupakan massa udara yang bergerak. Pergerakan massa udara ini diakibatkan oleh perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat yang lain, hal ini dapat diakibatkan karena perbedaan distribusi energi radiasi matahari, tutupan awan serta dinamika disekitarnya. Angin selalu bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke daerah yang bertekanan udara rendah.

Angin dapat bergerak secara horizontal maupun vertikal dengan kecepatan yang dinamis dan fluktuatif. Pergerakan angin secara horizontal dinamakan adveksi, sedangkan pergerakan secara vertikal dinamakan konveksi.

Angin didekat permukaan umumnya memiliki kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan udara yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan kontur permukaan yang tidak rata dan menyebabkan terhambatnya pergerakan angin. Arah angin pada lapisan udara yang lebih tinngi juga lebih bervariasi. Pada ketinggian 6-12 km kita dapat menjumpai angin dengan kecepatan 300km/jam yang umumnya berhembus dari barat yang dinamakan jet stream.

Angin permukaan didaerah tropis umumnya memiliki kecepatan yang lemah, hal ini berlawanan dengan angin pada lapisan udara yang lebih tinngi. Selain karena kontur permukaan penyebabnya karena perbedaan tekanan udara yang relative kecil dibandingkan skala perubahan waktu sehinggatidak memungkinkan terbentuknya angin kencang.

Pergerakan perputaran bumi juga berpengaruh terhadap angin, yang disebut gaya coriollis.


Sebenarnya angin memiliki pola umum sirkulasi udara yang disebut prevailing wind. Prevailing wind didaerah tropis disebut trade wind, didaerah beriklim sedang disebut westerlies wind dan didaerah kutub disebut polar wind. Selain pola umum tersebut masih banyak lagi ragam angin yang ada.

Angin sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi ini. Angin dapat berfungsi sebagai pencampur lapisan udara antara udara panas dengan udara dingin, udara lembab dengan udara kering, udara yang kaya CO2 dengan udara yang CO2 nya rendah, sehingga siklus hidrologi dapat berlangsung dan keracunan CO2 pada pusat kota dan daerah perindustrian dapat dihindari.


Alat yang digunakan untuk mengukur angin dinamakan anemometer. Anemometer terdiri dari dua bagian yaitu cup counter anemometer yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin dan wind vane untuk menentukan arah angin.Arah angin adalah arah darimana angin berhembus. Pengukuran arah angin dapat dilakukan jika cup counter berputar jika tidak berputar maka angin disebut calm.

Satuan yang digunakan adalah m/s atau knot untuk kecepatan angin dan derajat untuk arah angin.
Clic here

Senin, 06 September 2010

Belajar meteorologi For Childerv (air Pressure)

Gienz Media®
Mungkin anda pernah merasakan ketika take off dari pesawat atau pada saat mendaki gunung telingga anda merasakan sesuatu yang tidak enak. Hal ini terjadi karena gendang telinga anda merasakan perubahan tekanan udara.

Apa itu tekanan udara?

Tekanan udara adalah massa seluruh udara dari permukaan bumi sampai lapisan atas atmosfer. Tekanan udara dapat berubah jika ketinggiannya berubah ataupun suhu udara berubah (menjadi panas atau dingin)

Semakin tinggi suatu tempat maka semakin kecil tekanan udaranya, berlaku juga sebaliknya. Hal ini disebabkan atmosfer dilapisan atas lebih renggang daripada di lapisan bawah. Tekanan udara akan menurun setiap ketinggiannya bertmbah 100m.

Jika suhunya menjadi dingin maka tekanan udaranya akan naik dan jika suhunya naik maka tekanan udaranya akan turun. Hal ini sesuai dengan sifat udara apabila dipanaskan akan memuai dan didinginkan akan menyusut. Apabila udara memuai maka jarak partikel diudara akan semakin renggang dan massanya pun akan turun, demikian juga sebaliknya.

Tekanan udara diukur berdasarkan tekanan gaya pada permukaan dengan luas tertentu. Tekanan udara normal adalah tekanan kolom udara setinngi lapisan atmosfer bumi pada garis lintang 45º dan suhu 0 ºC dan besaranya dinyatakan dalam atm. Tekanan 1atm setara dengan tekanan yang diberikan oleh kolom air raksa setinngi 760mm. jika dikonversi ke besaran yang lain:
1atm = 760nnHg = 14.7 psi = 1013mb
Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah barometer.

Minggu, 05 September 2010

Belajar meteorologi For Children (The Sun)

Gienz Media®
Matahari merupakan reaktor nuklir terbesar dan juga merupakan sumber energi terbesar bagi bumi kita. Tanpa adanya matahari maka tidak mungkin ada kehidupan. Matahari juga merupakan factor uatama penyebab adanya cuaca. Energi panas yang dipancarkan dari matahari akan menghangatkan bumi dan membuat uadara yang hangat ini bergerak.

Pergerakan udara ini diakibatkan karena tidak meratanya energi yang diterima oleh permukaan bumi sehingga terjadi perbedaan suhu dipermukaan bumi. Udara akan bergerak dari daerah yang memiliki suhu rendah ke daerah yang bersuhu tinggi. Pergerakan ini sanggat membantu untuk menyamakan suhu di sekuruh permukaan bumi sehingga tidak ada daerah yang memiliki suhu yang sangat panas dan sangat dingin. Jika udara tidak bergerak maka daerah khatulistiwa akan sangat panas dan daerah kutub akan sangat dingin.

Lalu mengapa daerah katulistiwa lebih panas dari daerah kutub?

Hal ini diakibatkan karena sinar matahari yang menuju daerah katulistiwa tegak lurus sehingga nilai yang terpendar atau terefleksi kecil dibandingkan daerah ketub yang mana arah datangnya sinar matahari membentuk sudut.

Mengapa pada malam hari suhu bumi tidak menurun dengan drastic?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa bumi kita ini memiliki selubung atmosfer yang berlapis-lapis. Kegunaan dari selubung ini selain untuk menyaring sinar matahari yang datang , selubung ini juga berfungsi untuk menjaga bumi lita tetap hangat yaitu dengan menahan atau memantulkan kembali pantulan radiasi dari permukaan bumi atau sering kita sebut dengan efek rumah kaca.

Apa itu temperature?

Temperatur digunakan untuk menyatakan bahwa suatu benda panas atau dingin dibandingkan benda yang lain. Biasanya digunakan satuan derajat untuk menyatakan suhu suatu benda, alat yang digunakan adalah thermometer. Untuk mengukur suhu udara disarankan untuk menempatkan thermometer pada jarak 1.5 m dari permukaan hal ini untuk menghindari radiasi dari permukaan tanah yang menyebabkan suhunya bertambah

Jumat, 03 September 2010

BELAJAR METEOROLOGI FOR CHILDERN

Gienz Media®
Mungkin anda pernah atau sering mendengar istilah Meteorologi. Meteorologi
adalah sebuah ilmu yang mempelajari perubahan unsur cuaca yang terjadi di
atmosfer. Jadi yang dipelajari didalam meteorologi adalah cuaca atau yang lebih
spesifik adalah unsur cuaca.

Lalu cuaca itu sendiri apa?

Cuaca merupakan kondisi terkini dari atmosfer pada suatu lokasi. Jadi cuaca
berbeda dengan iklim, karena iklim cakupannya lebih luas dan waktunya juga lebih
panjang sedangkan cuaca biasanya hanya mencakup wilayah tertentu dan waktunya
juga relatif singkat.

Apa saja unsur cuaca itu?

Unsur cuaca yang paling penting adalah
1. Temperatur
2. Angin
3. Kelembaban udara
4. Tekanan udara
5. Hujan
Sebenarnya masih banyak Unsur cuaca lain yang diamati di meteorologi.

Apa yang menyebabkan adanya cuaca?

Ada empat unsur utama yang menyebabkan adanya cuaca yaitu : matahari, udara (atmosfer),
uap air dan angin. keempat faktor ini bekerja bersama-sama dan saling
berhubungan satu sama lain. proses secara singkatnya adalah matahari menyinari
bumi dan menghantarkan panas melalui udara kemudian bumi menyerap panas matahari,
karena terjadi pemanasan di bumi maka akan terjadi penguapan, dan uap air akan
naik kemudian setelah mencapai ketinggian tertentu uap air itu akan
berkondensasi membentuk awan. Angin berperan untuk menyeragamkan suhu
dipermukaan bumi.

Dimana cuaca terjadi.?

Bumi kita ini diselimuti oleh atmosfer yang memiliki lapisan-lapisan sesuai
dengan ketinggiannya. Cuaca terjadi di troposfer yaitu lapisan paling bawah yang
bersentuhan langsung dengan permuaan bumi. tebal lapisan ini di daerah ekuator
kurang lebih 16km. diatas lapisan troposfer jarang ditemukan adanya proses cuaca.

Dari berbagai sumber

Klik Iklan dapat uang (Terbukti)